Jual Pasir Silika Di Tuban - Jual Pasir Silika Di Balikpapan

Jual Pasir Silika Di Tuban - Jual Pasir Silika Di Balikpapan

Jual Pasir Silika Di Tuban - Jual Pasir Silika Di Balikpapan

LEBIH DEKAT DENGAN UNSUR SILIKON (Si)
 Seorang ilmuan bernama Berzelius adalah yang dianggap sebagai penemu pertama
silikon, mempersiapkan amorphous silikon dengan metode yang sama dan kemudian
memurnikannya dengna membuang fluosilika dengan membersihkannya berulang kali,
yaitu tepatnya pada tahun 1824. Beberapa tahun kemudian tepatnya pada tahun 1854 yang
pertama kali mempersiapkan silikon Kristal adalah Deville, bentuk alotropik kedua unsur
ini. Silikon terdapat di matahari dan bintang-bintang dan merupakan komponen utama satu
kelas bahan meteor yang dikenal sebagai aerolites. Ia juga merupakan komponen tektites,
gelas alami yang tidak diketahui asalnya.

Gambar 1. Unsur Silikon

 Silikon membentuk 25.7% kerak bumi dalam jumlah berat, dan merupakan unsur
terbanyak kedua, setelah oksigen. Silikon tidak ditemukan bebas di alam, tetapi muncul
sebagian besar sebagai oksida dan sebagai silikat. Pasir, quartz, batu kristal, amethyst,
agate, flint, jasper dan opal adalah beberapa macam bentuk silikon oksida. Granit,
hornblende, asbestos, feldspar, tanah liat, mica, dsb merupakan contoh beberapa mineral
silikat. Silikon dipersiapkan secara komersil dengan memanaskan silika dan karbon di
dalam tungku pemanas listrik, dengan menggunakan elektroda karbon. Beberapa metoda
lainnya dapat digunakan untuk mempersiapkan unsur ini. Amorphous silikon dapat
dipersiapkan sebagai bubuk cokelat yang dapat dicairkan atau diuapkan. Proses Czochralskibiasanya digunakan untuk memproduksi kristal-kristal silikon yang digunakan untuk
peralatan semikonduktor. Silikon super murni dapat dipersiapkan dengan cara dekomposisi
termal triklorosilan ultra murni dalam atmosfir hidrogen dan dengan proses vacuum float
zone.

Gambar 2. Mineral silikon murni

Untuk info dan pemesanan hubungi : 

022-7239019
0856 2476 9004
0856 2476 9005
0857 2352 9677
0813 2259 9149
Pin BB: 29d2de88

e-Mail:
adywater@gmail.com
adysaputro23@ymail.com

Kantor : 

Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT: 01 Rw: 08 Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah. Jakarta Barat Kode Pos: 11480

Bandung:
Jalan Mande Raya Bo 26, Cikadut, Cicaheum Kota Bandung

Surabaya :

Jalan S. Parman IVA No.8 Waru Sidoarjo  ( Depan Pendopo Lama Waru Sidoarjo ) Daerah Belakang R.S Mitra Keluarga Waru Sidoarjo (Telp : 081330447814 ) 

Harga Resin Anion - Jual Resin Lewatit

Harga Resin Anion - Jual Resin Lewatit

Harga Resin Anion - Jual Resin Lewatit


BAGAIMANA CARA MENGOPERASIKAN RESIN PENUKA ION (ION
EXCHANGE)
 Pada proses kolom ganda, air mentah mula-mula masuk ke dalam kolom penulcar
kation. Di sini sernua kation yang terkandung dalam air (terutama ion kalsium, magnesium
dan natrium) ditukar dengan ion hidrogen. Dalarn kolom berikutnya yang berisi penukar
anion, maka anion (terutama ion khlorida, sulfat dan bikarbonat) ditukar dengan ion
hidroksil. Ion hidrogen yang berasal dari penukar kation dan ion hidroksil dari penukar
anion akan membentuk ikatan dan menghasilkan air.
Setelah air terbentuk maka resin penukar ion harus diregenerasi. Pelaksanaan regenerasi
pada proses kolorn ganda sangat sederhana. Ke dalam kolom penukar kation dialirkan asarn
khlorida encer dan ke dalam kolom penukar anion dialirkan larutan natrium hidroksida
encer. Regeneran yang berlebihan selanjutnya dibilas dengan air.
 Pada proses unggun campuran – kolom tunggal, resin penukar kation dan penukar
anion dicampur menjadi satu dalam sebuah kolom tunggal. Dengan proses unggun
campuran dapat dicapai tingkat kemurnian air yang jauh lebih tinggi daripada dengan
proses kolom ganda. Sebaliknya, pada proses unggun campuran regenerasi resin penukar
lebih kompleks.


Sumber: http://www.chem-is-try.org

Untuk informasi harga resin anion lewatit dan pemesanan hubungi :

022-7239019
0856 2476 9004
0856 2476 9005
0857 2352 9677
0813 2259 9149
Pin BB: 29d2de88

website kami : http://goo.gl/cncJBm

e-Mail:
adywater@gmail.com
adysaputro23@ymail.com

Kantor : 

Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT: 01 Rw: 08 Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah. Jakarta Barat Kode Pos: 11480

Bandung:
Jalan Mande Raya Bo 26, Cikadut, Cicaheum Kota Bandung

Surabaya :
Jalan S. Parman IVA No.8 Waru Sidoarjo  ( Depan Pendopo Lama Waru Sidoarjo ) Daerah Belakang R.S Mitra Keluarga Waru Sidoarjo (Telp : 081330447814 

Jual Zeolit Yogyakarta - Jual Zeolit Jakarta Timur

Jual Zeolit Yogyakarta - Jual Zeolit Jakarta Timur

MODIFIKASI ZEOLIT ALAM SEBAGAI MATERIAL MOLECULAR SIEVE DAN
APLIKASINYA PADA PROSES DEHIDRASI BIOETANOL

Sumber: Tesis dari Khaidir, IPB 2011
Bioetanol adalah etanol yang dihasilkan dari fermentasi glukosa (gula). Bioetanol
digunakan sebagai bahan bakar (biofuel) diperlukan pemurnian hingga mencapai 99%
yang disebut fuel grade ethanol (FGE). Bioetanol sebagai campuran bahan bakar harus
kering (anhidrat) supaya tidak korosif. Penggunaan zeolit alam dalam bidang adsorpsi dan
dehidrasi masih terbatas karena distribusi pori yang tidak seragam dan bukan merupakan
jenis zeolit tunggal. Zeolit alam Indonesia merupakan campuran dari beberapa senyawa
kimia pembentuk batuan. Zeolit 3A (Z3A) memiliki ukuran pori 3Å dengan rasio Si/Al
adalah 1,0. Zeolit dengan kandungan alumina yang tinggi akan bersifat hidrofilik,
sebaliknya zeolit dengan kandungan silika tinggi bersifat hidrofobik (Flanigen, 1980).
Rasio Si/Al dalam zeolit alam adalah 5,62, sehingga menyebabkan zeolit alam kurang
hidrofilik dibandingkan dengan Z3A. Pada penelitian ini modifikasi zeolit dilakukan
melalui sintesis hidrotermal pada temperatur 95 –100oC.

Jual Zeolit Yogyakarta - Jual Zeolit Jakarta Timur
Gambar 1. Reaksi pertukaran ion Na dengan K pada molecular shieve 4A

Proses modifikasi dilakukan melalui aluminasi zeolit menggunakan beberapa sumber
alumina. Sumber alumina yang digunakan adalah aluminium oksida, aluminium nitrat,
tawas, dan kaolin. Zeolit hasil modifikasi diberi kode ZAM1, ZAM2, ZAM3, ZAM4,
ZAM5, dan ZAM6.Proses dehidrasi bioetanol dilakukan menggunakan metode destilasi
dan perendaman (batch adsorption) dengan kadar bioetanol umpan adalah 90 dan 95%. Metode destilasi dilakukan menggunakan ZAM1, sedangkan metode perendaman
dilakukan menggunakan ZAM2, ZAM3, ZAM4, ZAM5, dan ZAM6. Analisis statistik
dilakukan terhadap data peningkatan kadar bioetanol dan kapasitas adsorpsi zeolit
terhadap air pada percobaan proses dehidrasi menggunakan metode perendaman.
Berdasarkan pada pola difraksi sinar-X yang diperoleh, zeolit yang dimodifikasi sudah
mengarah pada pembentukan zeolit A dalam bentuk sodium, antara lain ZAM2, ZAM3,
ZAM5 dan ZAM6. Namun, hasil yang diperoleh masih belum murni dan diduga masih
merupakan campuran dari beberapa jenis zeolit seperti klinoptilolit, filipsit, natrolit, dan
mordenit. Aplikasi zeolit hasil modifikasi pada proses dehidrasi bioetanol menunjukkan
bahwa terjadi peningkatan kadar bioetanol setelah proses adsorpsi. Kemampuan zeolit
alam modifikasi (ZAM2 dan ZAM5) dalam menaikkan kadar bioetanol lebih baik jika
dibandingkan dengan zeolit alam murni (tanpa modifikasi). Begitu juga dengan kapasitas
adsorpsinya terhadap air dalam sampel bioetanol. Persentase kenaikan kadar bioetanol
menggunakan ZAM2 dan ZAM5 pada metode perendaman dengan bioetanol 90%
berturut-turut adalah 1,22 % dan 1,38%, sedangkan pada bioetanol 95% adalah 1,27% dan
1,08%. Sementara itu, kemampuan peningkatan kadar bioetanol menggunakan zeolit
alam murni pada bioetanol kadar 90% dan 95% berturut-turut adalah 0,62% dan 0,72%.
Kapasitas adsorpsi air maksimum adalah 17,67% yang dimiliki oleh ZAM5 pada
perlakuan perendaman dalam bioetanol 90% selama 24 jam, namun masih kurang
selektif jika dibandingkan dengan zeolit sintetis (Z3A). Kemampuan adsorpsi zeolit
terhadap air dalam bioetanol dari semua jenis zeolit yang digunakan tidak mengalami
penurunan yang siginifikan pada saat digunakan kembali pada proses dehidrasi.
Kemampuan zeolit setelah regenerasi hampir sama dengan pada saat penggunaan pertama,
dengan kata lain zeolit tersebut masih layak untuk digunakan kembali pada proses
dehidrasi bioetanol selanjutnya.
Jual Zeolit Yogyakarta - Jual Zeolit Jakarta Timur
 Gambag 2. Foto mikro sampel zeolite alam modifikasi 2 dan 3

Kapasitas adsorpsi sampel zeolit hasil modifikasi terhadap air dalam bioetanol sudah
menunjukkan hasil yang cukup bagus jika dibandingkan dengan sampel zeolit alam.
Bahkan kapasitas adsorpsi zeolit alam modifikasi melebihi kapasitas adsorpsi zeolit 3A,
namun kelemahan dari zeolit alam modifikasi adalah masih mengadsorpsi bioetanol dalam
jumlah yang besar pula.

Jual Zeolit Yogyakarta - Jual Zeolit Jakarta Timur
Gambar 3. Kapasitas adsorpsi air dari zeolite pada bioethanol 95% 

Hal ini terlihat dariberkurangnya jumlah bioetanol setelah proses adsorpsi menggunakan
ZAM3, ZAM4, dan ZAM5. Jika dibandingkan dengan proses dehidrasi menggunakan
metode destilasi, maka metode perendaman (batch adsorption) masih kurang bagus karena
menyebabkan terjadinya pengurangan volume bioetanol yang cukup besar.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa :Proses modifikasi dapat
menurunkan rasio Si/Al dalam sampel zeolit. Zeolit hasil modifikasi mengarah pada
pembentukan struktur zeolit A (ZAM2, ZAM3, ZAM5, dan ZAM6). Diameter pori zeolit
setelah modifikasi tidak mengalami perubahan yang berarti. Luas permukaan dan volume
pori zeolit hasil modifikasi (ZAM) mengalami penurunan jika dibandingkan dengan sampel
zeolit alam (ZA). Kemampuan zeolit alam modifikasi (ZAM2) dan (ZAM5) dalam
menaikkan kadar bioetanol lebih baik jika dibandingkan dengan zeolit alam murni (tanpa
modifikasi). Begitu juga dengan kapasitas adsorpsinya terhadap air dalam sampel bioetanol.
Persentase kenaikan kadar bioetanol menggunakan ZAM2 dan ZAM5 pada metode
perendaman dengan bioetanol 90% berturut-turut adalah 1,22 % dan 1,38%, sedangkan
pada bioetanol 95% adalah 1,27% dan 1,08%. Sementara itu, kemampuan peningkatan
kadar bioetanol menggunakan zeolit alam murni pada bioetanol kadar 90% dan 95%
berturut-turut adalah 0,62% dan 0,72%. Kapasitas adsorpsi air maksimum adalah 17,67%
yang dimiliki oleh ZAM5 pada perlakuan perendaman dalam bioetanol 90% selama 24 jam.
Secara umum terjadi peningkatan kadar bioetanol setelah proses adsorpsi untuk semua
sampel zeolit yang digunakan. Jika dibandingkan dengan proses dehidrasi menggunakan
metode destilasi, maka metode perendaman (batch adsorption) masih kurang bagus
karena menyebabkan terjadinya pengurangan volume bioetanol yang cukup besar.

Untuk info dan pemesanan hubungi : 

022-7239019
0856 2476 9004
0856 2476 9005
0857 2352 9677
0813 2259 9149
Pin BB: 29d2de88

e-Mail:
adywater@gmail.com
adysaputro23@ymail.com

Kantor : 

Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT: 01 Rw: 08 Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah. Jakarta Barat Kode Pos: 11480

Bandung:
Jalan Mande Raya Bo 26, Cikadut, Cicaheum Kota Bandung

Surabaya :
Jalan S. Parman IVA No.8 Waru Sidoarjo  ( Depan Pendopo Lama Waru Sidoarjo ) Daerah Belakang R.S Mitra Keluarga Waru Sidoarjo (Telp : 081330447814 )